Camar-camar

Puisi kali ini sih tercipta karena daun telinga gue mendengar dan terhanyut karena siara si Imelda .. Enjoy aja bro/sista ..



Burung camar kembali menari
Disela daun duri-duri
Diatas dahan kering ini

Ia lontarkan sebuah alunan
Nyanyian indah bersinar rembulan
Hangatkan udara sejuk pegunungan

Kelopak bunga tertiup angin
Menjelajah angkasa menghampirinya
Merangkai sebuah kata
"Sungguh engkau aku cinta"

******

wohoo .. setiap gue bikin puisi , gue selalu mikir "kapan ya jadi penyair terkenal" .. duhh gak kebayang deh kalo puisi gue dicomot lalu dimasukin ke buku/kitab puisi para masternya .. semoga aja ..


Puisi lainnya jangan lupa dibaca juga ya
Klik disini

1 Response to "Camar-camar"

Boleh deh bagi keripik pedasnya , tapi sekalian sama air kerannya ya :)