Perih mata ini menahan sepi
Lemah kaki ini terbuai mimpi
Sekali lagi
Memang burung tak bersangkar
Bebaslah terbang walau melingkar
Cadas hidup buat bulunya terbakar
Hidup ini perih terkadang
Dikala hati sedang meradang
Tetap berusaha burung menjauh terbang
Ia titipkan pesan pada malam
Ia titipkan rindu pada rembulan
Berharap kau dan aku bangun dalam pemikiran
Pemikiran yang sepantasnya terfikirkan
Berharap itu bukan sebuah lamunan
Burung tanpa sayap itu tahu
Bahwa kita kan selalu satu
Walau kita bertengger di ranting emosi
Dan bersangkarkan ego yang tak pernah mati
0 Response to "Senyum Sang Burung"
Post a Comment
Boleh deh bagi keripik pedasnya , tapi sekalian sama air kerannya ya :)